Memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk mengetahui apakah Anda mengencani seseorang yang baik atau seorang narsis atau bahkan seorang psikopat.
Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa seberapa sering seseorang melakukan foto selfie dan bagaimana ia mengedit fotonya tersebut dapat menentukan bagaimana sebenarnya kepribadian seseorang tersebut.
Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 800 orang yang berusia antara 18-40 tahun.
![]() |
| Ilustrasi Selfie |
Melalui sebuah survei, mereka diminta untuk menjawab seberapa sering mereka menggunakan facebook, twitter, Instagram, tumblr, dan pinterest setiap harinya; seberapa sering mereka memfoto dirinya sendiri dan mengunggah fotonya tersebut di berbagai media sosial pada beberapa minggu belakangan, dan seberapa sering mereka mengedit foto selfienya tersebut.
Selain itu, para peserta penelitian juga diminta untuk menjawab sebuah kuesioner mengenai kepribadian untuk mengetahui apakah mereka seorang narsis, psikopat, atau menderita gangguan kepribadian lainnya.
Para peneliti kemudian menemukan bahwa semakin sering orang tersebut mengunggah foto dirinya sendiri ke berbagai media sosial, maka kemungkinan bahwa orang tersebut seorang narsis dan psikopat (orang yang karena kelainan jiwa menunjukkan perilaku yang menyimpang sehingga mengalami kesulitan dalam pergaulan pun semakin tinggi).
Selain itu, orang yang mengedit fotonya sendiri sebelum mengunggah foto tersebut ke media sosial juga memiliki nilai yang lebih tinggi dalam tes psikopat.
Para peneliti juga menemukan bahwa seorang yang narsis dan psikopat cenderung lebih mudah merasa cemburu, tidak aman, dan berselingkuh dalam suatu hubungan asmara.
Akan tetapi, bukan berarti setiap orang yang memfoto dirinya sendiri pasti memiliki suatu gangguan kepribadian. Hal ini dikarenakan semua data diperoleh dari para peserta penelitian sendiri sehingga kebenaran data yang diperoleh tidak dapat dipastikan. (pilihdokter.com)
Sumber: tribuntimur.com
.jpg)
0 komentar:
Post a Comment