Nah bagi Anda yang memiliki masalah dengan baterai smartphone yang cepat
habis, berikut Tips Anu akan membagikan beberapa tips meng-charge (mengecas) smartphone yang baik dan benar agar baterai bisa berumur panjang seperti yang saya kutip dari Kompas.com, silahkan disimak :
![]() |
| Ilustrasi Cara Benar Meng-Charge Handphone Smartphone |
Jangan "di-charge" semalaman
Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil
ditinggal tidur juga ternyata tidak baik. Walau beberapa charger bisa
memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, membiarkan
baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga tidak baik.
Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali
malah lebih baik untuk kesehatan baterai dibanding dibiarkan dalam
kondisi nol persen atau 100 persen secara terus-menerus. Baterai litium
juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut
juga memiliki komponen yang bisa digunakan untuk merusak baterai sendiri
untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap
hari, pengguna wajib waspada.
Langsung ke soket listrik
Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara
yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode
pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga
menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai. Metode menghubungkan
charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding
menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data/charger.
Jangan dibiarkan habis total
Banyak yang mengatakan agar baterai smartphone
sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali.
Hal itu memang benar, tetapi itu hanya untuk baterai dengan bahan nikel,
yang saat ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran di atas sudah
tidak relevan. Smartphone-smartphone modern saat ini sudah menggunakan
baterai berbahan litium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda
dari baterai bahan nikel. Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya
yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20
persen. Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu "dikuras" hingga
habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.
Hindari tempat yang panas
Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di
dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau smartphone dalam
keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak
baterai. Baterai litium idealnya disimpan dalam suhu 15 derajat celsius.
Suhu ekstrem yang bisa ditangani adalah antara minus 40 hingga 50
derajat celsius.
Sekian postingan tips cara "nge-charge" smartphone yang benar, semoga bermanfaat.
Sumber: balektronik.blogspot.com/

0 komentar:
Post a Comment